Kalau Cabai Bukan Asli Indonesia, Kenapa Kita Menyebutnya Cabai?
Cabai berasal dari Meksiko dan masuk Nusantara abad ke-16. Namanya diambil dari cabya, rempah pedas asli Jawa yang tercatat sejak abad ke-10.
Cabai yang kita makan berasal dari Meksiko dan diperkirakan baru masuk Nusantara pada abad ke-16 [2][3]. Kita menyebutnya cabai karena nama itu diwarisi dari cabya, rempah pedas asli Jawa dari keluarga lada yang, menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman, sudah tercatat dalam prasasti sejak abad ke-10 [4]. Kini cabya justru tergolong langka [4].
Pekan ini harga cabai kembali naik. Menurut Liputan6, pada Rabu, 28 Oktober 2026, cabai rawit merah naik dari Rp94.700 ke Rp97.450 per kilogram, dan cabai merah keriting dari Rp81.750 ke Rp92.800 [1]. Kenaikan seperti ini selalu terasa, karena sambal hampir tak pernah absen dari meja kita. Tulisan ini tidak membahas penyebab naiknya harga; kami menelusuri bagaimana cabai bisa jadi "milik" kita.
Dari mana cabai berasal?
Cabai (Capsicum annuum) pertama kali dibudidayakan di Meksiko. Sebuah studi di jurnal PNAS menggabungkan empat jenis bukti, yaitu sebaran tanaman liar, genetika, sisa arkeologis, dan rekonstruksi bahasa kuno, dan semuanya menunjuk ke Meksiko bagian tengah-timur [2].
Menurut tulisan Kuntoro Boga, pejabat Kementerian Pertanian, yang dimuat situs BRMP Perkebunan, cabai dibawa Christopher Columbus ke Eropa pada 1493, lalu menyebar ke Asia lewat jalur dagang Portugis dan Spanyol. Diperkirakan cabai masuk Nusantara pada abad ke-16 [3]. Good News From Indonesia juga menyebut abad ke-16 dan pelaut Portugis serta Spanyol [4].
[Catatan Redaksi] Tahun persis dan jalur masuk cabai ke Nusantara masih berupa perkiraan. Kami tidak memakai klaim yang beredar soal tokoh atau tahun tertentu karena sumbernya tidak kuat.
Sejak kapan cabai jadi bumbu?
Tidak langsung. Menurut tulisan Kuntoro Boga yang sama, cabai awalnya dipakai sebagai tanaman hias dan obat. Baru pada abad ke-18 masyarakat mulai memakainya sebagai bumbu masak [3].
Kini cabai ada di banyak masakan yang kita anggap paling "asli", dari rendang sampai bumbu mi instan yang kini disukai sampai Nigeria.
Lalu, pedas apa yang dimakan sebelum ada cabai?
Sebelum cabai datang, rasa pedas berasal dari cabai jawa (Piper retrofractum), lada hitam, jahe, dan andaliman [3]. Meski disebut cabai, cabai jawa berasal dari keluarga tanaman yang berbeda, satu keluarga dengan lada dan sirih [3][4].
Sejarawan kuliner Fadly Rahman, seperti dikutip Good News From Indonesia dari Kompas.com, menyebut kata cabya sudah disebut dalam beberapa prasasti dan naskah Jawa kuno sejak abad ke-10. Ia merujuk Kamus Jawa Kuna karya Zoetmulder dan Robson serta riset arkeologis Timbul Haryono [4].
Kenapa namanya pindah ke tanaman baru?
Menurut Good News From Indonesia, ketika Capsicum makin banyak dibudidayakan, popularitas cabya menurun. Tanaman baru itu lalu kita sebut cabai atau cabe, pelafalan dari nama kunonya, cabya [4].
Cabya sendiri tidak hilang, tetapi bergeser. Kini ia tergolong langka, dan pemakaiannya di Jawa lebih banyak sebagai bahan jamu [4]. Kuntoro Boga menyebut cabai jawa juga dikenal sebagai cabe jamu [3].
[Catatan Redaksi] Klaim tentang prasasti abad ke-10 kami kutip dari pernyataan Fadly Rahman lewat media; prasasti dan kamusnya belum kami periksa langsung. Sebagian besar sumber sejarah di tulisan ini adalah sumber sekunder.
Renungan Arkeologi Keseharian
Kita memprotes harga cabai seolah ia selalu ada di dapur nenek moyang kita. Padahal yang asli justru cabya, yang namanya kita pinjamkan kepada tanaman pendatang dari Meksiko. Isi piring kita, seperti nasi di Mentawai, sering kali hasil perjalanan panjang yang tidak kita sadari.
Sumber
- "Harga Pangan 28 Oktober 2026: Cabai Merah Keriting Tembus Rp 92.800 per Kg", Liputan6.com, 28 Oktober 2026. https://www.liputan6.com/bisnis/read/8322853/harga-pangan-28-oktober-2026-cabai-merah-keriting-tembus-rp-92800-per-kg
- Kraig H. Kraft dkk., "Multiple lines of evidence for the origin of domesticated chili pepper, Capsicum annuum, in Mexico", Proceedings of the National Academy of Sciences 111(17), 2014, hlm. 6165–6170. DOI 10.1073/pnas.1308933111. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4035960/
- Kuntoro Boga, "Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Manfaatkan Kembali Cabai Jawa", dimuat ulang dari Kompas.com di situs BRMP Perkebunan, Kementerian Pertanian, 22 Februari 2025. https://perkebunan.brmp.pertanian.go.id/berita/sensasi-pedas-jaman-majapahit-manfaatkan-kembali-cabai-jawa
- "Inilah 'Nenek Moyang' Cabai yang Asli Indonesia", Good News From Indonesia, 18 Juni 2019. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/06/18/inilah-nenek-moyang-cabai-yang-asli-indonesia
Redaksi Anekdot
Redaksi Anekdot. Cerita dari rumah sendiri: asal-usul budaya, kebiasaan, dan hal-hal sehari-hari yang membentuk kita.
Cerita di balik kebiasaan kita, langsung ke emailmu.
Gratis. Setiap esai baru Anekdot dikirim ke kotak masukmu, lengkap dengan sumbernya.
Menemukan kekeliruan? Kirim ke [email protected]. Baca Pedoman Editorial.