Dari Obat Sesak Napas ke Candu Sejuta Umat: Menelusuri Riwayat Tutur Haji Jamhari dan Lahirnya Kretek di Kudus

Sebelum menjelma jadi industri raksasa, kretek berawal dari eksperimen tutur Haji Jamhari meredakan sesak napas di Kudus akhir abad ke-19.

Redaksi Anekdot · 2 menit baca
Bagikan
Dari Obat Sesak Napas ke Candu Sejuta Umat: Menelusuri Riwayat Tutur Haji Jamhari dan Lahirnya Kretek di Kudus

Asal usul kretek dan sejarah rokok kretek pertama berakar dari riwayat tutur Haji Jamhari di Kudus pada akhir abad ke-19 [2], [3]. Sang penemu kretek meracik lintingan tembakau dan cengkih sebagai ikhtiar pereda obat sesak napas, yang kelak berkembang menjadi industri manufaktur bernilai ratusan triliun rupiah [1], [2], [4].

Hari ini, industri hasil tembakau telah menjelma menjadi salah satu pilar penerimaan fiskal negara yang sangat masif. Realisasi penerimaan CHT pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp213,48 triliun [1]. Namun di balik skala perputaran modal raksasa tersebut, historiografi kebudayaan mencatat bahwa tradisi kretek tidak bermula dari pabrik modern, melainkan dari ikhtiar warga pedalaman mencari obat pereda batuk.

Bagaimana Eksperimen Cengkih Haji Jamhari Melahirkan Bunyi Kretek?

Cerita awal kretek bersandar pada tutur lisan yang hidup di kalangan pekerja pabrik rokok Kudus [3]. Menurut kisah itu, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19 [3]. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada, lalu mengoleskan minyak cengkih dan sakitnya reda [3].

Warga Kudus berkat Haji Djamhari menemukan kretek ketika berusaha mengatasi sesak napasnya dengan minyak cengkih [2]. Ia kemudian bereksperimen dengan mencampur bubuk cengkih dan tembakau, melintingkannya dengan klobot kulit jagung [2].

Lintingan tersebut dibakarnya sehingga menghasilkan bunyi khas kretek..kretek..kretek.... inilah asal-usul nama kretek [2]. Perhatikan bahwa ejaan namanya pun berbeda-beda di sumber: Djamari, Djamhari, Jamhari. Kami tidak menemukan dokumen sezaman tentang sosok ini, jadi kisahnya lebih tepat dibaca sebagai cerita tutur, bukan catatan sejarah yang pasti. Rekonstruksi sejarah lisan semacam ini sejalan dengan upaya menelusuri fakta masa lalu, seperti pada meluruskan mitos masa kolonial di Nusantara.

Bagaimana Racikan Obat Rumahan Bertransformasi Jadi Industri Raksasa?

Industrialisasi kretek secara massal baru terwujud di tangan saudagar generasi berikutnya. Nitisemito lahir di Kudus tahun 1853 dan meninggal di Krapyak tahun 1953, adalah raja kretek pendiri pabrik kretek Tjap Bal Tiga [4].

Di masa jayanya, pabrik Nitisemito mampu memproduksi delapan juta batang kretek dengan mempekerjakan 10 ribu buruh [4]. Promosinya pun tak biasa untuk zamannya: pesawat untuk menyebarkan selebaran hingga ke Jawa Barat dan Jakarta, siaran radio, sampai tim sepak bola dan grup sandiwara [4].

Seperti banyak cerita asal-usul benda sehari-hari, kisah kretek lebih banyak hidup di tutur daripada di arsip, mirip dengan jejak tempe yang baru tercatat di Serat Centhini.


Sumber

  1. Warta Ekonomi - Realisasi Penerimaan CHT Tahun 2023
  2. detikJateng - 5 Alasan Mengapa Kudus Disebut Kota Kretek
  3. Wikipedia Bahasa Indonesia - Kretek
  4. Wikipedia Bahasa Indonesia - Nitisemito
Redaksi Anekdot
Tentang Penulis

Redaksi Anekdot

Redaksi Anekdot. Cerita dari rumah sendiri: asal-usul budaya, kebiasaan, dan hal-hal sehari-hari yang membentuk kita.

Newsletter Anekdot

Cerita di balik kebiasaan kita, langsung ke emailmu.

Gratis. Setiap esai baru Anekdot dikirim ke kotak masukmu, lengkap dengan sumbernya.

Hampir selesai! Cek email kamu dan klik tautan konfirmasi.

Maaf, ada yang gagal. Coba lagi sebentar.

Menemukan kekeliruan? Kirim ke [email protected]. Baca Pedoman Editorial.

Baca juga