Mitos Tiga Setengah Abad: Meluruskan Narasi Kolonial yang Mengerdilkan Mental Bangsa

Indonesia tak dijajah Belanda 350 tahun tanpa jeda. Riset hukum G.J. Resink menunjukkan banyak kerajaan Nusantara masih merdeka hingga 1910.

Redaksi Anekdot · 2 menit baca
Bagikan
Mitos Tiga Setengah Abad: Meluruskan Narasi Kolonial yang Mengerdilkan Mental Bangsa

Klaim bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun keliru [1], [2]. G.J. Resink, profesor hukum internasional yang mengajar di Universitas Indonesia, menemukan bahwa pada 1850–1910 masih banyak kerajaan di Nusantara yang secara hukum merdeka [1]. Angka 350 tahun sendiri berawal dari ucapan seorang gubernur jenderal Belanda, lalu diperkuat pidato Bung Karno [1].

Di bangku sekolah dasar hingga buku pelajaran umum, kita kerap mendengar doktrin angka yang seolah sudah baku: bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad. Narasi panjang itu acap kali melahirkan perasaan rendah diri, seolah nenek moyang kita adalah bangsa yang pasif dan mudah ditundukkan bangsa asing selama ratusan tahun tanpa jeda.

Namun jika kita menelaah arsip hukum tata negara dan perjanjian internasional masa lampau, anggapan tersebut gugur secara ilmiah.


1. Dari Mana Asal Angka 350 Tahun?

Menurut Resink, keyakinan itu berawal dari ucapan Gubernur Jenderal B.C. de Jonge: "Kami orang Belanda sudah berada di sini 300 tahun dan kami akan tinggal di sini 300 tahun lagi" [1].

Coba hitung mundur. Kalau Indonesia dijajah 350 tahun sampai 1945, Belanda mestinya sudah ada di sini sejak 1595 [1]. Padahal Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang menginjakkan kaki di Nusantara, baru mendarat di Banten pada 27 Juni 1596 [3], dan datang untuk berdagang mencari rempah, bukan menaklukkan [1]. Ekspedisinya pun tidak mulus: banyak awak kapalnya ditangkap dan ditahan sehingga de Houtman harus membayar denda [2].

Begitu pula VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), yang datang ke Nusantara pada 20 Maret 1602. VOC adalah kongsi dagang yang punya hak istimewa, bukan negara, dan warga pribumi sempat mengusir mereka [1]. Salah satu jejak VOC yang masih terasa sampai sekarang justru ada pada tata air kota Batavia.


2. Apa Bukti Riset Hukum Internasional G.J. Resink?

Kekeliruan ini diluruskan oleh G.J. Resink, profesor hukum internasional yang mengajar di Universitas Indonesia. Kajiannya ia tuliskan dalam buku Bukan 350 Tahun Dijajah [1].

Resink menemukan bahwa pada 1850–1910 masih banyak kerajaan yang merdeka. Ia menulis bahwa secara legal berbagai kerajaan dan raja di kepulauan ini, dari Sumatra hingga Sunda Kecil, masih banyak yang merdeka, di antaranya Aceh hingga Siak-Riau [1].

Artinya, penjajahan Belanda tidak berlangsung serentak di seluruh Nusantara selama tiga setengah abad. Ada daerah yang dikuasai lebih awal, ada yang baru ditundukkan menjelang abad ke-20.


3. Mengapa Bung Karno Mengulang Angka 350 Tahun?

Jika kajian akademis membuktikan fakta yang berbeda, mengapa Presiden Soekarno kerap menyebut frasa "tiga ratus lima puluh tahun dijajah" dalam pidato-pidatonya?

Sebelum membacakan teks proklamasi, Soekarno berkata bahwa "beratus-ratus tahun" gelombang aksi bangsa ini untuk mencapai kemerdekaan ada naik dan turunnya [1]. Menurut analisis peneliti, kata-kata semacam itu ditujukan untuk membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme [1], sebuah dalih untuk menyemangati rakyat mempertahankan kemerdekaan [2].

Retorika semacam ini bagian dari cara para tokoh pergerakan membangun rasa kebangsaan, seperti juga perdebatan soal bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda.


Catatan Redaksi

Meluruskan mitos 350 tahun bukan berarti mengecilkan penderitaan para pejuang masa lampau. Pelurusan ini justru menunjukkan bahwa sejarah Nusantara lebih beragam: banyak kerajaan masih berdiri sendiri jauh setelah Belanda pertama kali datang.


Sumber

  1. Al Kautsar, "Indonesia Tidak Dijajah Belanda 350 Tahun, Begini Sejarah Sebenarnya", detikEdu (18 Maret 2025). https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7914051/indonesia-tidak-dijajah-belanda-350-tahun-begini-sejarah-sebenarnya
  2. Widya Lestari Ningsih, "Benarkah Belanda Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun?", Kompas.com Stori (15 Agustus 2022). https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/15/080000379/benarkah-belanda-menjajah-indonesia-selama-350-tahun-
  3. Wikipedia bahasa Indonesia, entri "Cornelis de Houtman" (diakses 28 Oktober 2026). https://id.wikipedia.org/wiki/Cornelis_de_Houtman
Redaksi Anekdot
Tentang Penulis

Redaksi Anekdot

Redaksi Anekdot. Cerita dari rumah sendiri: asal-usul budaya, kebiasaan, dan hal-hal sehari-hari yang membentuk kita.

Newsletter Anekdot

Cerita di balik kebiasaan kita, langsung ke emailmu.

Gratis. Setiap esai baru Anekdot dikirim ke kotak masukmu, lengkap dengan sumbernya.

Hampir selesai! Cek email kamu dan klik tautan konfirmasi.

Maaf, ada yang gagal. Coba lagi sebentar.

Menemukan kekeliruan? Kirim ke [email protected]. Baca Pedoman Editorial.

Baca juga