Kenapa Carrefour Indonesia Justru Dibeli Pengusaha Indonesia?
Biasanya raksasa asing yang membeli perusahaan kita. Carrefour kebalikannya: ritel Prancis itu dibeli CT Corp senilai Rp7,2 triliun pada 2012.
Carrefour Indonesia dibeli pengusaha Indonesia setelah Carrefour sendiri mencari mitra lokal dan menawarkan sahamnya [1]. Chairul Tanjung lewat CT Corp membeli 40% saham pada 2010, lalu sisa 60% pada 2012 senilai Rp7,2 triliun [1][2]. Menurut detikFinance, itu akuisisi terbesar di sektor konsumer yang dilakukan perusahaan Indonesia saat itu [2].
Biasanya ceritanya terbalik. Kami pernah bercerita bagaimana raksasa rokok dunia membeli pabrik kretek lokal. Kali ini perusahaan Indonesia yang membeli raksasa ritel dari Eropa, persis ketika raksasa itu sedang besar-besarnya di sini.
Seberapa besar Carrefour di Indonesia?
Carrefour Indonesia didirikan pada 1998 [2]. Saat dijual pada 2012, perusahaan ini menguasai lebih dari 40% pangsa pasar di segmen hipermarket dan supermarket, dengan 85 gerai di 28 kota dan sekitar 28.000 karyawan [2].
Saking besarnya, Carrefour sempat berurusan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Setelah Carrefour membeli 75% saham Alfa Retailindo, KPPU menghitung penguasaannya atas pembeli di ritel modern naik dari 37,98% menjadi 48,38% [3]. Pada 3 November 2009, KPPU memutus Carrefour bersalah melakukan monopoli, memerintahkannya melepas saham Alfa, dan mendenda Rp25 miliar [4].
Putusan itu tidak bertahan. Mahkamah Agung menolak kasasi KPPU pada November 2010, dan pada Februari 2011 KPPU membatalkan putusannya [5].
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1998 | Carrefour Indonesia didirikan [2] |
| 2009 | KPPU memutus Carrefour bersalah monopoli setelah membeli Alfa [4] |
| 2010 | CT membeli 40% saham senilai sekitar 300 juta dolar AS [1] |
| 2010 | Mahkamah Agung menolak kasasi KPPU [5] |
| 2012 | CT membeli sisa 60% senilai Rp7,2 triliun [2] |
Kenapa Carrefour menjual ke CT?
Menurut Tirto, Carrefour memakai konsultan untuk mencari mitra di Indonesia. Dari 20 perusahaan besar, daftar disaring menjadi 10, lalu 5, lalu 2, dan Para Group milik Chairul Tanjung (kini CT Corp) yang terpilih [1]. "Carrefour ini bukan kami yang mencari, tapi mereka yang datang kepada saya," kata CT, seperti dikutip Tirto [1].
Waktu itu muncul rumor bahwa CT hanya menjadi tameng bagi Carrefour yang sedang tersandung kasus persaingan usaha. CT membantahnya: "Kalau menjadi tameng, mungkin saya hanya diberi 10 persen saham saja" [1]. Dua tahun kemudian, ia membeli seluruh sisanya [1].
Waktunya bertepatan dengan masa sulit di Prancis. Menurut Republika, Carrefour, yang saat itu peritel terbesar kedua di dunia setelah Walmart, membukukan rugi global 31 juta euro pada semester pertama 2012 dan sedang melepas usaha di luar negeri. Pada 5 Oktober 2012, Carrefour Indonesia masih menepis kabar akan pergi: "Carrefour tidak akan hengkang, kami akan tetap berada di Indonesia karena memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia," kata Satria Hamid dari Carrefour Indonesia [7]. Sekitar enam minggu kemudian, sisa sahamnya dijual ke CT [2].
Pembelian itu dibiayai pinjaman dari sindikasi 10 bank internasional [2]. Dalam keterangan CT Corp, transaksi ini menjadikan Carrefour Indonesia "sebuah entitas yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan Indonesia" [2].
Kenapa namanya masih Carrefour bertahun-tahun kemudian?
Dalam kesepakatan 2012, Trans Retail mendapat hak eksklusif memakai merek Carrefour di Indonesia lewat perjanjian lisensi [2]. Menurut Tirto, lisensinya berlaku lima tahun, sehingga nama Carrefour semestinya hilang di ujung 2017 [1].
Kenyataannya tidak begitu. Pada 2017, Tirto mencatat masih ada 69 gerai bernama Carrefour, 26 gerai Transmart Carrefour, 2 Groserindo Carrefour, dan hanya 8 gerai Transmart tanpa nama Carrefour sama sekali [1]. Ketika ditanya apakah lisensi itu berakhir tahun itu, CT menjawab singkat, "Nggak," dan meminta pertanyaan diarahkan ke CEO Transmart [1].
Pergantiannya berjalan pelan. Pada Oktober 2020, ketika ramai seruan memboikot produk Prancis, PT Trans Retail Indonesia menegaskan bahwa Carrefour di Indonesia "sejak 2013 sudah 100% menjadi lokal dan tak ada kaitannya dengan Prancis". Menurut Vice President Corporate Communications Trans Retail, Satria Hamid, toko-toko Carrefour secara bertahap diubah menjadi Transmart. Saat itu perusahaan membawahi 132 toko dengan tiga nama: Transmart, Transmart Carrefour, dan Carrefour [6].
Nama besar ternyata tidak gampang dilepas, bahkan oleh pemilik barunya. Cerita serupa terjadi ke arah sebaliknya pada Indomie yang menjadi makanan nasional Nigeria: merek Indonesia yang kini dianggap milik orang lain. Dan soal kedaulatan ekonomi, kami juga baru menulis tentang uang pertama Indonesia yang dicetak di pabrik kopi.
Renungan Arkeologi Keseharian
Banyak orang masih menyebutnya "ke Carrefour" meski papan namanya sudah berganti dan pemiliknya orang Indonesia sejak 2012. Kita jarang memikirkan siapa pemilik tempat kita belanja. Yang kita ingat adalah nama di atas pintunya.
Sumber
- "Kenapa Chairul Tanjung Masih Pakai Nama Carrefour di Transmart?", Tirto.id. https://tirto.id/kenapa-chairul-tanjung-masih-pakai-nama-carrefour-di-transmart-cBBZ
- "Kuasai Carrefour 100%, CT Catatkan Akuisisi Terbesar Sektor Konsumer", detikFinance, 20 November 2012. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2095805/kuasai-carrefour-100-ct-catatkan-akuisisi-terbesar-sektor-konsumer
- "Akuisisi Alfa, Dominasi Carrefour Naik Jadi 48,38%", detikFinance, 2009. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1109721/akuisisi-alfa-dominasi-carrefour-naik-jadi-4838
- "KPPU: Carrefour Terbukti Melakukan Monopoli", Kompas.com, 3 November 2009. https://money.kompas.com/read/2009/11/03/17533698/kppu.carrefour.terbukti.melakukan.monopoli
- Fahriyadi, "KPPU batalkan putusannya untuk Carrefour", Kontan, 17 Februari 2011. https://nasional.kontan.co.id/news/kppu-batalkan-putusannya-untuk-carrefour-1
- Anisa Indraini, "Tak Ada Kaitan dengan Prancis, Transmart Tegaskan 100% Lokal", detikFinance, 28 Oktober 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5232737/tak-ada-kaitan-dengan-prancis-transmart-tegaskan-100-lokal
- "Carrefour Tak Akan Tarik Diri dari Indonesia", Republika, 5 Oktober 2012. https://ekonomi.republika.co.id/berita/mbf8w7/carrefour-tak-akan-tarik-diri-dari-indonesia
Redaksi Anekdot
Redaksi Anekdot. Cerita dari rumah sendiri: asal-usul budaya, kebiasaan, dan hal-hal sehari-hari yang membentuk kita.
Cerita di balik kebiasaan kita, langsung ke emailmu.
Gratis. Setiap esai baru Anekdot dikirim ke kotak masukmu, lengkap dengan sumbernya.
Menemukan kekeliruan? Kirim ke [email protected]. Baca Pedoman Editorial.