Kenapa Paus Biru Bisa Terdampar di Riung? Di Darat, Berat Tubuhnya Jadi Ancaman

Paus biru 20,5 meter terdampar di Riung dan selamat setelah hampir 12 jam. Kenapa paus bisa terdampar, dan kenapa tubuhnya harus terus disiram?

Redaksi Anekdot · 3 menit baca
Bagikan
Kenapa Paus Biru Bisa Terdampar di Riung? Di Darat, Berat Tubuhnya Jadi Ancaman
Paus biru (Balaenoptera musculus), hewan terbesar yang pernah hidup. Foto: NOAA Photo Library, Wikimedia Commons (domain publik).

Paus bisa terdampar karena banyak sebab: sakit, tersesat di teluk dangkal, atau terjebak air surut. Begitu di darat, tubuhnya sendiri jadi ancaman, karena paus tidak sanggup menopang beratnya tanpa air dan organnya bisa tertekan [3]. Paus biru sepanjang 20,5 meter yang terdampar di Riung, NTT, pada 30 Oktober 2026 selamat setelah hampir 12 jam [1].

Banyak judul berita menyebut paus itu sepanjang 25 meter. Hasil pengukuran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT mencatat panjang tubuhnya 2.050 sentimeter, atau 20,5 meter [1]. Tetap raksasa: paus biru adalah hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi [4].

Apa yang terjadi di Riung?

Laporan pertama masuk sekitar pukul 05.30 Wita. Seekor paus terdampar di perairan Pulau Kolong, Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada [1]. Paus itu berada di air sedalam 2 sampai 3 meter, di kawasan perlindungan bahari [1].

Tim gabungan BBKSDA NTT, polisi, TNI, dokter hewan, pemerintah desa, dan warga terus menyiram tubuh paus dengan air laut. Mereka juga menjaga lubang napasnya agar tidak terendam air atau tertutup pasir [1]. Selama itu, paus tercatat menyembur setiap 1,7 menit [1].

Paus tidak bisa langsung didorong ke laut karena air sedang surut [2]. Sore harinya, saat air pasang, paus ditarik dengan tali oleh 10 perahu nelayan. "Paus hidup, sudah kembali ke laut dalam," kata Kapolsek Riung, Ipda Martinus Riang [2].

Kenapa paus bisa terdampar?

Menurut artikel ilmiah populer di Frontiers for Young Minds (2023), penyebab terdampar bermacam-macam [3]:

Penyebab Contoh
Bentuk pantai Teluk dangkal dan tanjung pasir bisa membuat paus bingung arah, lalu terjebak saat air surut
Cuaca dan pasang surut Pasang surut ekstrem atau cuaca tidak biasa
Kondisi tubuh Sakit, tua, atau kurang makan
Ulah manusia Polusi, tertabrak kapal, terjerat tali atau jaring

Terdampar seekor diri, seperti di Riung, adalah jenis yang paling umum. Paus yang terdampar sendirian sering punya masalah kesehatan, tetapi bisa juga terkait aktivitas manusia [3]. Saat paus masih terdampar, Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi, belum bisa menjelaskan penyebabnya [5].

Kenapa paus harus terus disiram?

Paus berevolusi untuk hidup di air. Di darat, ia tidak bisa menopang berat tubuhnya sendiri, sehingga organnya bisa tertekan [3]. Sistem pengatur suhu tubuhnya juga dirancang untuk air, jadi paus cepat kepanasan di darat [3]. Kulitnya mudah kering, rusak, bahkan melepuh terbakar matahari [3].

Itulah kenapa warga di Riung menyiram paus berjam-jam. Tetapi ada satu bagian yang tidak boleh disiram: lubang napas di atas kepala. Paus bernapas lewat lubang itu, sehingga air yang masuk bisa berbahaya [3].

Apa yang harus dilakukan kalau menemukan paus terdampar?

Artikel Frontiers for Young Minds merangkum langkah pertolongan pertama [3]:

  1. Hubungi petugas lebih dulu. Di Indonesia, BKSDA atau aparat setempat. Sebutkan lokasi, jumlah paus, dan luka yang terlihat.
  2. Tetap tenang, jauhkan kerumunan dan anjing.
  3. Siram tubuhnya pelan-pelan, tapi jangan pernah menuang air ke lubang napas.
  4. Teduhkan dengan kain tipis basah, kecuali bagian kepala, lubang napas, sirip punggung, dan ekor.
  5. Jangan sentuh bila tidak perlu, karena paus yang terdampar bisa membawa penyakit.

Jadi ada tiga hal yang jangan dilakukan: menuang air ke lubang napas, menutup kepalanya, dan berkerumun terlalu dekat.

Paus biru juga berstatus terancam punah menurut NOAA [4]. Laut kita, seperti yang pernah kami tulis soal garam yang masih diimpor negara kepulauan, menyimpan banyak cerita yang jarang kita lihat. Dan seperti asap karhutla yang melintasi batas negara, satwa laut tidak mengenal garis perbatasan.

Renungan Arkeologi Keseharian

Hewan terbesar di Bumi bisa celaka di air sedalam dua meter. Yang menyelamatkannya di Riung bukan alat canggih, melainkan ember, pompa air, sepuluh perahu nelayan, dan kesabaran menunggu air pasang.


Sumber

  1. "Penjelasan BKSDA tentang Paus Biru yang Terdampar di Riung NTT", Kompas.com, 30 Oktober 2026. https://regional.kompas.com/read/2026/10/30/193151278/penjelasan-bksda-tentang-paus-biru-yang-terdampar-di-riung-ntt
  2. "Paus Raksasa Terdampar di Riung NTT Dievakuasi 10 Perahu ke Tengah Laut", detikBali, 30 Oktober 2026. https://www.detik.com/bali/nusra/d-8731673/paus-raksasa-terdampar-di-riung-ntt-dievakuasi-10-perahu-ke-tengah-laut
  3. Rebecca M. Boys dkk., "Why Do Marine Mammals Strand on Land and How Can Humans Help?", Frontiers for Young Minds, 2 Februari 2023. https://kids.frontiersin.org/articles/10.3389/frym.2023.901402
  4. NOAA Fisheries, "Blue Whale". https://www.fisheries.noaa.gov/species/blue-whale
  5. "Paus Raksasa Terdampar di Riung NTT Jenis Balin, Punya Rambut di Mulut", detikBali, 30 Oktober 2026. https://www.detik.com/bali/nusra/d-8731442/paus-raksasa-terdampar-di-riung-ntt-jenis-balin-punya-rambut-di-mulut
Redaksi Anekdot
Tentang Penulis

Redaksi Anekdot

Redaksi Anekdot. Cerita dari rumah sendiri: asal-usul budaya, kebiasaan, dan hal-hal sehari-hari yang membentuk kita.

Newsletter Anekdot

Cerita di balik kebiasaan kita, langsung ke emailmu.

Gratis. Setiap esai baru Anekdot dikirim ke kotak masukmu, lengkap dengan sumbernya.

Hampir selesai! Cek email kamu dan klik tautan konfirmasi.

Maaf, ada yang gagal. Coba lagi sebentar.

Menemukan kekeliruan? Kirim ke [email protected]. Baca Pedoman Editorial.

Baca juga