Salah Kaprah Kata 'Acuh': Mengapa Banyak yang Mengira Artinya Cuek?

Sering mengira kalimat 'dia acuh padaku' berarti dia cuek dan dingin? Ternyata di KBBI artinya justru perhatian dan peduli! Mengapa maknanya bisa terbalik 180 derajat?

Bagikan
Salah Kaprah Kata 'Acuh': Mengapa Banyak yang Mengira Artinya Cuek?

Dalam percakapan sehari-hari atau unggahan galau di media sosial, kita sangat sering mendengar keluhan seperti ini:

"Capek banget sama dia, sekarang sikapnya makin acuh."

Jika kamu mengucapkan kalimat itu kepada seorang ahli bahasa Indonesia, dia justru akan tersenyum dan menganggap kamu sedang dipedulikan. Mengapa? Karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata 'acuh' artinya adalah peduli, menaruh perhatian, atau mengindahkan.

Lantas, bagaimana sebuah kata yang bermakna perhatian bisa berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sinonim dari sikap dingin dan cuek di kepala jutaan orang Indonesia?


1. Menelan Kata Negasi "Tak"

Akar dari kekeliruan massal ini berasal dari frasa majemuk yang sangat populer: "acuh tak acuh" atau "tak acuh".

Dalam tata bahasa baku:

  • Acuh = Peduli.
  • Tak acuh = Tidak peduli / cuek.
  • Acuh tak acuh = Kadang peduli kadang tidak (setengah hati).

Dalam perkembangannya, lidah penutur bahasa Indonesia gemar menyingkat frasa agar lebih praktis diucapkan. Kata negasi "tak" perlahan-lahan tanggal dan hilang dalam obrolan tongkrongan.

Sayangnya, saat kata "tak" dibuang, masyarakat secara keliru tetap mempertahankan arti negatifnya. Akhirnya, kata 'acuh' yang berdiri sendirian tertuduh memikul makna cuek.


2. Fenomena Pergeseran Semantik (Semantic Drift)

Dalam ilmu linguistik, fenomena ini dikenal sebagai semantic shift atau pergeseran makna kata akibat kebiasaan penutur mayoritas.

Bahasa adalah organisme yang hidup di jalanan, bukan benda mati yang terkunci di lemari perpustakaan. Ketika jutaan orang selama berdekade-dekade menggunakan kata 'acuh' dengan arti cuek, terbentuklah jurang pemisah antara bahasa baku hukum kamus dan bahasa komunikasi riil di masyarakat.


Catatan Redaksi

Jika hari ini ada pasangan atau teman kantormu yang berkata: "Aku acuh kok sama kamu", jangan buru-buru emosi. Siapa tahu dia adalah lulusan sastra Indonesia yang sedang berusaha jujur bahwa dia diam-diam sangat menaruh perhatian padamu.

📖 Rekomendasi Arsip Esai Selanjutnya: